Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
Game MM Bola Tangkas Indonesia
 Agen Poker IDN Terpercaya
 Agen Poker Terpercaya
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Gelandang muda Chelsea, Ruben Loftus-Cheek meyakini timnya harus mempelajari hasil imbang 0-0 kontra Southampton tengah pekan ini. Dia merasa Chelsea harus mulai bermain seperti Barcelona.

Chelsea memang gagal memberikan sentuhan akhir pada pertandingan tersebut. Skuat Chelsea bermain apik dan mendominasi pertandingan, tetapi mereka kurang dalam penyelesaian akhir.

Sebelumnya, Maurizio Sarri sendiri mengakui kekurangan timnya itu dan akan berusaha memberikan yang terbaik. Ucapan Sarri disepakatai Loftus-Cheek, yang justru meminta Chelsea balajar dari Barcelona.

Loftus Cheek yakin saat ini banyak tim yang ingin bermain defensif saat melawan Chelsea. Baca komentar selengkapnya di bawah ini:1 dari 3

Seperti Barcelona

Dikatakannya, kekuatan Chelsea saat ini sudah bisa diketahui banyak tim, dan tim-tim itu mulai menemukan cara untuk mengatasi ancaman Chelsea. Oleh sebab itu, Loftus-Cheek meminta timnya belajar membongkar pertahanan kuat lawan.

“Tim-tim datang ke sini dan mulai bertahan dengan dalam, dan kami kesulitan membongkar pertahanan mereka yang begitu rapat,” ujar Loftus-Cheek di tribalfootball.

“Kami harus bekerja keras di sesi latihan dan berusaha mengalirkan bola sampai di belakang bek lawan, dan menemukan cara untuk melawan empat bek yang bertahan begitu dalam.”

“Kami butuh pergerakan di belakang bek mereka, meski mereka bertahan dengan dalam. Seperti bola-bola lambung diagonal, seperti yang dilakukan Barcelona.”2 dari 3

Frustrasi

Frustrasi

Pedro Merayakan Golnya Ke Gawang Brighton © AFP

Loftus-Cheek mengakui bermain melawan tim-tim defensif itu membuatnya sangat frustrasi. Dia yakin pemain Chelsea harus mulai terbiasa menghadapi tim-tim defensif dan menemukan cara untuk membongkar pertahanan lawan.

“Kami harus menemukan cara. Ini juga soal bermain sabar karena terkadang hal itu membuat kami sangat frustrasi. anda tak bisa menemukan ruang kosong untuk membongkar mereka.”

“Saya pikir kami harus mulai terbiasa dengan itu, karena kami terkadang juga bermain baik, jadi tim-tim lawan akan datang ke tempat ini dan melakukan itu – juga saat tandang,” tutup dia.