Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
Duniavegas Bandar Bola Online Terpercaya
Agen Togel Online Terpercaya Indodingdong
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Penyerang anyar Madura United, Alberto Goncalves mengatakan bahwa keberadaan beberapa pemain timnas Indonesia akan membantunya beradaptasi di klub barunya tersebut.

Deretan pemain Timnas Indonesia di Madura United adalah M. Ridho Djazulie, Andik Vermansah, Zulfiandi, Fachruddin Wahyudi Arnyanto, dan Alfath Faathier. Kehadiran kelima pemain itu membuat Beto lebih mudah beradaptasi bersama klub barunya ini.

“Iya, saya sudah kenal beberapa pemain di sini. Mereka akan membantu saya untuk mengenal tim. Sepak bola membuat kami bisa mengenal. Saya pikir tidak akan kesulitan untuk segera menyatu dengan tim,” kata pemain berdarah Brasil itu.

Yakin Bisa Lebih Baik

Beto memandang keberadaan teman-temannya itu akan banyak membantu tim untuk meraih kemenangan. Karakter permainan mereka juga sudah dipahaminya sehingga bukan hal yang sulit untuk langsung klop.

“Kalau banyak pemain yang sudah melewati timnas, pasti mereka sudah punya pengalaman. Itu bagus untuk kami, bagus juga untuk pemain muda. Mereka bisa belajar dengan kami dan membuat tim lebih baik,” ucap Beto.

Total, kini ada enam pemain Timnas Indonesia itu sebenarnya mencatatkan rekor bagi Madura United. Untuk kali pertama, klub asal Pulau Garam itu memiliki jumlah pemain Timnas Indonesia sebanyak itu di saat yang bersamaan.

Beto merupakan fenomena dalam sepak bola Indonesia dengan reputasinya sebagai raja gol di berbagai kompetisi dan turnamen. Total, striker berusia 38 tahun itu telah mendapatkan tujuh gelar individu sebagai top scorer.

Tiga di antaranya diraih saat berseragam Persipura, yaitu Copa Indonesia 2007, Inter Island Cup 2011, dan ISL 2011/2012. Pada musim 2016, Beto Goncalves berseragam Sriwijaya FC dan meraih empat gelar tersebut. Masing-masing adalah Piala Gubernur Kaltim 2016, Piala Bhayangkara 2016, dan TSC 2016, Piala Gubernur Kaltim 2018.